Adzie Pahlevi’s Blog | Adzie Pahlevi's Blog
Feb 23

Kemampuan teknologi W-LAN saat ini hanya menjangkau sekitar 300 meter dengan transfer rate sebesar 54 Mbps. Namun, dengan hadirnya teknologi “WiMAX”, komunikasi data nirkabel bisa dilakukan sejauh 50 km dengan transfer rate sebesar 70 Mbps.

Apakah Anda pernah mendengar nama kota Selm di Nordrhein-Westfallen, Jerman? Kota berpopulasi hampir 30.000 penduduk ini bakal menjadi pusat bagi pengembanganjaringan wireless. Teknologi broadband WiMAX akan diuji dikota ini sebagai sebuah proyek percontohan. WiMAX yangmerupakan singkatan dari “WorldwideInteroperability for Microwave Access” inimemiliki kelebihan dibandingkan denganteknologi DSL. Teknologi WiMAX dapatdigunakan untuk komunikasi data jarak jauhdan 25 kali lebih cepat. Biaya penerapannya punlebih murah. Dengan WiMAX, mengaksesInternet dari jarak jauh dengan kecepatan tinggi dapat menjadi kenyataan.

WiMAX Segera untuk End User

WiMAX (disebut juga sebagai standar IEEE-802.16) pertama kalidiperkenalkan pada Desember 2001 dan semula dirancang untukMetropolitan Area Networks. Pada teknologi radio link yangmenggunakan frekuensi tinggi (10-66 GHz), data dikirim melaluikoneksi saling berhadapan yang disebut Line of Sight-Technology(LOS), yaitu antara pengirim dan penerima tidak boleh adahambatan.Awal tahun 2003, muncul keinginan untuk menggunakanWiMAX pada perangkat portabel end user. Ide ini kemudianmenjadi dasar pembentukan “WiMAX Forum” yang dimotorivendor chipset Intel.

Di dalamnya, ikut serta sekitar 200 perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi, termasukSiemens Mobile, Fujitsu, AT&T, British Telecom dan Nokia.Di tahun yang sama, forum ini menetapkan standar 802.16ayang merupakan pengembangan lanjutan dari standarsebelumnya. Frekuensi kerjanya sedikit lebih panjang, yaituantara 2 sampai 11 GHz. Pada standar “a”, komunikasi data dapatmenjangkau 50 km dengan bandwidth sampai 75 Mbps. Di sini,teknologi yang dipakai telah menggunakan NLOS-Connection(Non Line of Sight).

Dengan standar 802.16a, data dari base station dapat diterimawalaupun melalui area penghalang, seperti dinding ataupungedung tinggi. Namun, antena penerima harus dipasang di luar.Pengembangan berlanjut dengan standar IEEE 802.16-2004yang ditetapkan pada Juli 2004. Teknologi ini merupakankombinasi antara standar 802.16REVd dan 802.16a sehinggakomunikasi data dapat dilakukan di dalam gedung.Saat ini, teknologi WiMAX yang terbaru(Standar 802.16e) dirancang untuk aplikasimobile end-user, seperti PDA, ponsel ataupunnotebook.

Paling tidak, transfer rate sebesar 15Mbps bisa dinikmati sampai sejauh 5 km.Bertepatan dengan pelaksanaan event IntelDeveloper Forum pada September 2004 lalu, Inteluntuk pertama kalinya memperkenalkan langkah-langkah nyatauntuk produk WiMAX untuk tahun ini. Intel memperkenalkanchipset untuk teknologi WiMAX dengan nama “Rosedale” yang mampu mengirim data dari jarak 50 km ke kantor atau rumahmelalui koneksi wireless broadband. Rosedale langsungdiintegrasikan di base station sebagai sebuah “System-on-a-Chip”atau disebut juga sebagai Customer Premise Equipment (CPEs).Chip ini mendukung standar WiMAX-802.16-2004 yang terbaru.Selain itu, di dalamnya sudah tersedia sebuah Ethernet-Interface,Security-Protocol “Inline Security Processing” (ISP) dan TDMController-Interface (Time-Division-Multiplexing)-Function)yang berfungsi untuk mengirimkan data dan suara (VoIP)melalui Internet.Menurut Scott Richardson, General Manager dari IntelBroadband Wireless Group.

WiMAX menguntungkan end-user.Dengan teknologi System-on-a-Chip, akses mobile Internetmenjadi lebih cepat dan ekonomis.Pada tahap pengembangan selanjutnya, perangkat consumerdevice pun bakal dilengkapi dengan kemampuan WiMAX.Rencananya, perangkat pertama akan dirilis pada tahun 2006nanti.Menurut desas-desus yang beredar, nantinya akan dipasangpada notebook ber-chipset “Calexico 3″. Standar ini merupakankombinasi dari 802.11n dan 802.16e yang menawarkan koneksi broadband tanpa kabel. Ke depannya, kita bisa memilih jaringan yang ingin digunakan sesuai kebutuhan, apakah W-LAN atauWiMAX. Rencana peluncuran chipset ini diperkirakan pada kuartal keempat tahun 2006.

written by admin

Feb 21

The Art of Letting Go
by Consrael

It’s over. She’s gone.

Why do we have to part while
the love is still there?
Why do we have to suffer?
Why do we have to cry when
somebody bids goodbye?
Why do beginnings have an end?
Why do we have to meet
only to lose in the end?

There are questions left unanswered,
words left unsaid, letters left unread,
poems left undone, songs left unsung,
love left unexpressed,
promises left unfulfilled.

In a relationship,
one of the hardest things to do
is saying goodbye and letting go.
It is as hard as breaking a crystal
because you’ll never know when you
will be able to pick up the pieces again.
More often than not, they who go,
feel not the pain of parting:
it is they who stay behind that suffer,
because they are left
with memories of a love
that was meant to be,
a love that was.

At the beginning and at the end
of a relationship,
we are embarrassed to find ourselves alone.
Unfair as it may seem,
but that’s the way love goes.
That’s the drama, the bittersweet
and the risk of falling in love.
After all, nothing is constant but change.
Everything will eventually come to its end
without us knowing when,
without us knowing how,
without us even knowing why.
And we must forget not because we have to
but because we have to.

In letting go, sorrows come
not as a single spy but in batallion.
It seems that everywhere you go,
everything you do,
every song you hear,
every turn of your head,
every move of your body,
every beat of your heart,
every blink of your eye and every breath
you take always reminds you of her.
It’s like a stab of a knife,
a torture in the night.
Funny how the whole world
becomes depopulated
when only one person is missing.
Just imagine,
there are billion people on earth
and yet it seems you feel lonely
and empty without the other.

I don’t know if it’s worth calling an art,
but letting go entails
special skills sparkled
with a considerable space and time.
Time heals all wounds but it takes
a little push on our part.
Acceptance plays a part.
Not all love stories end with
“…and they live happily ever after.”

Sometimes we have to part because of
circumstances beyond our control.
We have to suffer if it would
mean happiness for others.
We have to cry to
temporarily let go of the pains.
Every beginning has its end
like every dawn has its dusk.
It’s something we can’t control,
something we had to live up.

It’s over.
She’s gone. But life has to go on.
Goodbye doesn’t always mean forever.
There will always be a place and time
where questions will be answered,
words will be spoken,
letters will be read,
poems will be recited in the night,
songs will be sung in harmony,
love will be expressed in solitude and
promises will be fulfilled.
Somewhere. Somehow. Someday.

written by admin

Feb 21

Ada hal2 yang tdk ingin kita lepaskan orang2 yang tdk ingin kita tinggalkan tapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat2 indah senantiasa terbayang di benak kita.
* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata “Saya sangat mencintainya”.

Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru…
* Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari yang ganteng, yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat2 indah hanyalah tinggal masa lalu.
* Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita berkata “tidak ada lagi yang dapat dipertahankan”.
* Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa2… namun Anda telah memahami sesuatu…!

Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan…!!

written by admin

Feb 21

hmm nemu kutipan ini di salah satu thread forum…. baca deh khususnya yg hatinya sedang galau ;)

Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Pffhh…sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki mencari ilmu, mencari rejeki, kebahagian yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai.

Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi bagian dari kita di dunia, entah itu Rejeki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukanya meminta yang terbaik tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah : Maka setelah ini wahai jiwa…, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu.

Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang “baik” tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah….., jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

–taken from kaskus

written by admin